Minggu, 29 September 2013

Naluri, Egois, dan Realita

Bahagia di kala matahari terbit dan ditemani kupu2 indah,
bukanlah dia yg sebenarnya...
Ceria dan senyum hanya terlihat di wajahnya,
tapi tak ada itu di hatinya...

Ditemani matahari dan kupu2 dapat membuatnya menjadi sekuat karang..
Tapi sayangnya, itu hanyalah seolah-olah...
Ketika bulan dan gelap menemaninya,
kembalilah dia ke dunianya yang sebenarnya...

Karena kesendirian membuatnya jujur dan tidak memakai topeng...
Saat itulah, naluri, egois, dan realita berperang...
Dan saat itulah dia berteman dengan air mata...
Dan saat itulah dia berharap lelah dan lelap segera menjemputnya...


By: Aprina Sulistia Melantika

09122011

ada kalanya untuk diam

bukan menyerah, bukan bosan

tapi diam

untuk melihat kembali

apa, siapa, dan bagaimana aku saat ini dan dulu

aku saat ini dibandingkan dengan aku bulan lalu, atau 2 bulan yang lalu

atau saat sebelum aku benar-benar di sini

tentu saja aku lebih baik saat ini

walaupun saat sebelumnya, aku bahkan tidak tahu apa yang akan kuhadapi

tapi kurasa aku tak menyesal dengan apa yang telah kuambil

karena saat ini sangat jauh lebih baik dari yang lalu

ini bisa kusebut 'kejutan dari Tuhan'

karena saat ku merasa hilang, Tuhan memberi semua hal yang tak pernah kubayangkan

lebih dari yang kuharapkan

sangat banyak...

Jadi, aku bersyukur, untuk masa lalu, masa kehilangan, dan saat ini, untuk semua yang ada di sekitarku saat ini..

terima kasih.. :)

seperti sebelumnya, aku yakin saat yang akan datang, akan selalu ada harapan

tidak tahu akan ada apa, tapi yakin itu adalah baik...


terima kasih untuk semua yang ada saat ini
bahkan di saat aku merasa kurang, selalu dicukupkan.. :)


By: Aprina Sulistia Melantika

20130111


Jika kau temukan aku dalam diam, apa yang akan kau lakukan? :)
Bukan tentangmu, tapi tentangku.
Bukan inginku, mungkin juga bukan inginmu.

Mungkin juga bukan hari ini, besok, lusa, tapi akan.. :)
Dalam jendelaku, tidak ada lagi gadis kecil dan malaikat penjaganya.
Hanya ada kesendirian.
Tapi yakinlah, dia akan tetap ceria. :)

Berhenti untuk memulai.
Mengakhiri untuk mengawali.
Mencoba untuk mengetahui.
Merasakan untuk memahami.

Sampai di mana waktu akan menjawab.. :)


By: Aprina Sulistia Melantika


Sabtu, 14 September 2013

Untuk Orang yang Kita Sayang, Gak Akan Merasa Rugi

Kira-kira 1 minggu yang lalu, mama telpon... Cenengggggg... ^_^ Nah, pas lagi ngomong di telpon, aku denger suara-suara keponakanku. Aku pikir "kok ada mereka di rumah mama? kan ini malem, biasanya kalo ke rumah mama gak sampe malem." Karena penasaran, tentunya langsung tanya ke mama dong, "kok ponakan-ponakan bandel itu ada di situ?hehhehehe"
Ternyata.. mereka sedang dititipkan di rumah mama sama cece, karena Cece dan kakak ipar ada pertemuan, dan tumben-tumbennya pasukan bandel itu minta menginap di rumah mama. Biasanya mama tidak mengijinkan mereka menginap, karena repot besok paginya harus persiapan ke sekolah. Tapi, karena besok harinya mereka libur, maka mama mengijinkan mereka menginap di sana. Gak lama ngobrol di telpon itu, mama menawarkan untuk berbicara dengan satu per satu ponakanku (ada 4 dong..hihihiihi).

Sudah kuduga apa yang akan mereka omongkan, yaitu minta oleh-oleh kalo pulang ke Bangka.. Dasar anak-anak.. :P Memang, setiap kali aku pulang ke rumah, pasti tidak akan lupa bawain oleh-oleh untuk mereka, padahal pulangnya masih Bulan Desember..hahahahha... Dan pastinya aku selalu cari oleh-olehnya jauh-jauh hari sebelum pulang. Kenapa? Pertama, agar punya lebih banyak waktu untuk mencari, bisa punya banyak pilihan oleh-oleh (biasanya selalu mainan sih.. :p). Kedua, agar uangku tidak terlalu habis secara drastis, itung-itung beliin mainannya dicicil..hahahhahaha...

Dan akhirnya, karena hari ini hari Sabtu (libur kerja), pergilah aku mencari oleh-oleh ini. Sudah dapet sih beberapa.hehhehe.. Yang mau aku bagikan di sini adalah ketika kita membelikan sesuatu untuk orang yang kita sayang, apakah kita memikirkan seberapa mahal barangnya? Tentu saja dipikirakan dong.hahhaha. Aku juga pasti memikirkan harga ketika membelikan sesuatu untuk siapa pun, tapi ini untuk orang yang kita sayang lho. Pasti tentu saja ada pertimbangan seperti ini, "Kalo aku beliin ini, pasti dia suka banget, walaupun harganya mahal, gak apa-apalah, yang penting dia seneng." Ini juga yang tadi aku pikirkan waktu beli mainannya. Pasti mereka seneng aku beliin ini. Untuk orang yang kita sayang, tentunya kita ingin memberikan yang terbaik, bukan? :)

Tapi, tentu saja bukan berarti kita harus menguras habis uang yang kita punya untuk membelikan sesuatu untuk orang yang kita sayang ya. Uang yang kita keluarkan, tentunya harus sesuai dengan kemampuan kita juga. Jika memang kita tidak mampu untuk membeli barang mahal, jangan dipaksakan, hanya untuk demi kesenangan orang lain, kita yang jadi menderita. Bukan seperti itu lho..hehehhe
Aku yakin, pasti orang yang kita beri sesuatu itu, tahu niat baik kita, berapa pun harga barang yang kita beri.

So, tidak akan merasa rugi untuk orang yang kita sayang kan? Tentu saja sesuai yang kita mampu ya. :D

Kamis, 12 September 2013

I Love Blue So Much... :)

Kemarin karena baca blognya Ci Lasma yang di sini, jadi ikutan test kepribadian berdasarkan warna. Bagi yang penasaran, bisa berkunjung ke sini.hehhehe
Kenapa pengen aku tulis di sini, karena hasil analisanya sesuai banget sama karakterku.
Karena hasil tesnya Ci Lasma, sama dengan hasil tesku, yaitu BIRUUUU, jadi aku tulis juga penjelasannya di blogku ini ya. :)
Hasil ini sesuai dengan warna favoritku.hehehhhee

KEPRIBADIAN MANUSIA, BIRU SI PELAKU KEBAJIKAN
Hal buruk apa yang pernah dilakukan guru TK kepada anda ?
Merah tidak ingat, mereka sudah membereskan sang guru dengan mengoleskan lem di kursi mereka,
Kuning mengganggapnya lucu dan menikmati hal itu sebagai permainan,
Putih tidak yakin apakah mereka pernah masuk taman kanak-kanak, jadi apa yang harus diingat
Dan Biru selalu ingat sampai sedetail-detailnya!

TEMAN YANG SETIA

Tidak ada nilai hidup yang lebih mulia dari kesetiaan. Kesetiaan seseorang adalah anugerah hidup yang sangat bernilai bagi yang mendapatkannya. Mereka yang berwarna Biru ditakdirkan untuk sepenuhnya setia pada orang. Biru tetap setia dalam susah dan senang. Karena kesediaan mereka untuk komit dalam hubungan, biru menjalin persahabatan mendalam yang seringkali berlangsung seumur hidup. Bagi mereka, kehidupan adalah komitmen, dan berkomitmen pada hubungan adalah kekuatan mereka yang terbesar. Mereka senang bersama orang lain, dan dengan sukarela mengorbankan diri mereka demi suatu hubungan yang akrab. Mereka lebiih memikirkan orang lain daripada diri mereka sendiri.

Tetapi, hati – hati dengan pribadi yang satu ini. Mereka SULIT MEMAAFKAN DAN MELUPAKAN. Sangat ironi karena Biru memberi lebih dari warna manapun, tetapi paling sedikit memaafkan. Hal itu karena ingatan mereka yang luar biasa dan cara pandang mereka terhadap kehidupan. Biru memandang dunia melalui mata emosional yang positif. Mereka sangat peduli pada unsur-unsur kehidupan yang menyentuh hati mereka. Mereka memikirkan apa artinya dicintai, mereka merasakan apa yang dialami oleh temannya, mereka menempatkan diri mereka di posisi lawan bicara mereka, dan mereka sangat tulus! Beberapa kesalahan kecil yang pernah anda lakukan kepadanya tidak akan menjadi masalah. Namun akan menjadi DENDAM SEUMUR HIDUP bila tindakan anda melukai perasaannya.

Ini memang terjadi di diriku. Aku pernah susah sekali untuk memaafkan seseorang. Di mulut, bisa saja aku memaafkan, tapi dalam hati aku masih tidak rela, karena terluka. Tapi, saat ini aku telah benar-benar memaafkan orang ini. Untuk orang yang dicintai oleh biru ini, dikatakan mereka sangat tulus. Begitu pun aku, berapa kali pun aku pernah terluka, jika aku menyayangi seseorang, aku sayangi dengan sepenuh hati setulus-tulusnya. Tapi, jika perasaanku merasa terluka, aku akan sulit untuk memaafkan dari hati. Mungkin ini juga adalah kelebihan sekaligus kekurangan.=.=

PERFEKSIONIS

Biru sangat kritis pada diri mereka sendiri dan orang lain. Mereka memiliki harapan yang tidak realistis sampai mereka tidak pernah bisa mermuaskan diri mereka atau mengharapkan orang lain memenuhi standar kesempurnaan ini. Mereka benar-benar ingin hal-hal dikerjakan dengan benar. Hanya saja, kata “benar” itu didefinisikan sebagai “dilakukan sesuai dengan cara mereka.”

Sifat perfeksionis mereka muncul karena kedisiplinan mereka. Biru mempunyai slogan “Jika sebuah pekerjaan pantas dilakukan, itu harus dilakukan dengan baik.” Sifat disiplin ini merupakan bakat lahiriah mereka, padahal warna lainnya berusaha sekuat tenaga untuk mendisiplinkan diri mereka. Biru sangat mudah ditebak karena sifat mereka yang teratur ini. Mereka adalah seorang teman yang selalu dapat diandalkan.

Biru memiliki etos kerja yang kuat, dan seringkali menemukan hidup mereka dipenuhi dengan “tanggung jawab penting” yang hanya menyiksakan sedikit waktu untuk bermain spontan. Bermain dilihat dari kacamatanya sebagai hal yang tidak berguna dan tidak produktif.

Biru sangat peduli tentang kualitas dalam hidup mereka. Mereka memiliki barang-barang terbaik di kelasnya. Terbaik bagi biru tidak berarti termahal ataupun terbaru. Terbaik adalah sesuai dengan kebutuhannya, dan kebutuhan biru selalu dilandasi oleh sifat perfeksionis.

Ya, aku seorang biru yang disiplin. Sangat memperhatikan untuk tepat waktu, dan itulah sebabnya aku paling tidak suka jika teman-temanku tidak menepati waktu yang sudah dijanjikan.hehhehehe... Dalam pekerjaan, aku juga sebisa mungkin menyelesaikan pekerjaanku tepat waktu. :)

EMOSIONAL

Tanda jelas dari seorang biru adalah ayunan suasana hati mereka. Mereka tidak pernah bangun tidur bahagia atau sedih. Mereka harus memikirkannya dulu. Jika mereka bahagia atau sedih pada hari itu, itu karena mereka memilih untuk demikian. Tampaknya mereka tidak bisa begitu saja menerima emosi tanpa menerima tanggung jawab penuh untuk memilihnya.

Biru adalah individu yang sangat rumit dengan banyak ekstrim. Mereka memiliki kekuatan yang begitu hebat dan keterbatasan yang begitu melumpuhkan. Mereka sensitif, tegang, penuh perhatian, kritis, suka memberi dan sukar memaafkan sekaligus. Fokus mereka lebih pada hubungan emosional daripada rasional. Kerumitan kepribadian biru membuat para biru sama frustasinya seperti kepribadian lain yang berinteraksi dengan mereka. Mungkin ini menjelaskan mengapa biru begitu kritis pada diri mereka sendiri selain pada orang lain.

Depresi seringkali dialami Biru. Membiarkan hati mereka mengatur pikiran mereka, mereka seringkali berpikir dan berperilaku tidak rasional. Mungkin emosi mereka yang tidak terkendali adalah kelemahan terbesarnya. Bagi pribadi ini, hidup adalah pedang bermata dua (secara emosional). Mereka seorang pemberi dan sensitif, mereka juga seorang yang dapat sulit memaafkan. Terkadang, mereka dapat menjadi sangat sensitif sampai berhenti memberi sama sekali.

Biru hidup untuk perasaan yang kuat. Mereka ingin merasakan hidup, bukan sekedar eksis. Biru perlu terlibat dalam aktivitas yang mempunyai arti. Mereka biasanya memandang keluarga dan teman-teman sebagai hal terpenting.

Para biru seringkali paling dikagumi diantara semua kepribadian. Mereka mewakli begitu banyak sifat-sifat baik yang kita junjung tinggi, seperti kejujuran, empati, pengorbanan diri, kesetiaan, dan ketulusan. Mereka mirip obor kebajikan dan kebenaran yang menyala. Mereka berpendirian sangat teguh dan pesaing yang tangguh untuk dihadapi kepribadian manapun, karena pada intinya mereka mendasarkansemua pendapat pada emosi dan prisip moral. Sekalipun biru seorang yang logis, mereka terkadang lebih merespon permohonan emosional.

Biru merasa puas ketika mereka didengarkan, ketika mereka merasa dipahami dan dihargai. Mereka terkenal suka mengungkapkan kekurangan mereka, karena mereka menganggap dikenal dan dipahami sangatlah bernilai. Di mata seorang biru, membiarkan diri terbuka adalah harga yang ringan demi kesempatan berhubungan secara emosional. Biru mungkin lebih sering patah hati dibandingkan kebanyakan orang, tetapi mereka juga menghabiskan lebih banyak waktu untuk mencintai.

PENUH KEBIMBANGAN
Biru memiliki kepribadian yang kuat. Mereka mempunyai nilai-nilai dan sistem kepercayaan yang kuat. Namun mereka dikoyak oleh raa bersalah, harapan-harapan yang tidak realistis yang disebabkan sikap perfeksionis mereka. Dan Skeptisisme! Mereka seringkali terperangkap antara ingin terlibat dan mencemaskan kemampuan mereka untuk berhasil.

Biru mencemaskan segala sesuatu. Semua kekhawatiran berlebihan ini membuatnya tidak dapat menangani terlalu banyak peristiwa dalam satu hari. Khawatir dan rasa bersalah secara umum menandai perjalanan hidup biru. Mereka bisa merasa bersalah hampir dalam segala hal. Mereka sering gagal melihat bahwa motif sejati mereka dalam banyak keadaan didasarkan oleh rasa bersalah. Untuk kesalahan-kesalahan yang mereka kira telah lakukan, Biru sepertinya mau menyiksa diri selamanya.

Biru biasanya skeptis terhadap bakat kreatif mereka sendiri. Mereka begitu perfeksionis sampai seringkali menyembunyikan keterampilan dan kemampuan mereka, karena mereka takut tidak cukup baik. Ini sangat disayangkan, karena biru sangat berbakat dan mungkin paling kreatif di antara semua warna. Namun, biru sangat tidak percaya diri, dan sering takut pada kemungkinan ditolak jika mereka memperlihatkan bahkan dan kreatifitas mereka yang mengagumkan.

Benar sekali, aku seringkali khawatir dan sering merasa bersalah jika ada sesuatu hal atau kejadian yang menurutku tidak seharusnya. x_x Karena itu juga sering terlalu memikirkan hal-hal yang sebenarnya tidak perlu.

Selasa, 10 September 2013

Puing-Puing Hatiku di Tangan Tuhan

Hari ini, aku bangun dengan mata bengkak, perasaan yang campur aduk, pikiran yang ke mana-mana. I'm so sad dan terlihat sangat menyedihkan. T_T
Kenapa oh kenapa? Karena...kemarin aku baru saja menghancurkan dan memporak-porandakan hubungan dengan seorang teman. Dan itu semua terjadi karena aku emosi (sedang PMS). Mungkin tidak bisa dibenarkan walaupun alasannya adalah PMS, tapi karena PMS, pikiranku sebelum-sebelumnya jadi memuncak saat PMS ini, dan meledaklah semua di hari kemarin. Aku marah-marah gak jelas pada orang yang mungkin tidak tahu apa-apa. Merasa bodoh sekali.
Jadi, saat dia chat seperti hari-hari biasanya, perasaanku langsung tidak enak, dan bawaannya selalu jadi pengen marah, dan akhirnya aa kita sampai pada keputusan untuk memutuskan hubungan pertemanan. Sebenarnya sudah selama berbulan-bulan ini, aku mau memutuskan untuk men-downgrade hubungannku dengan dia. Cuma aku masih belum berani benar-benar mengambil langkah itu.
Karena jika itu terjadi, aku tak tahu aku akan siap akan konsekuensinya atau gak. Tetapi, karena emosi kemarin, akhirnya keluarlah kalimat itu untuk men-downgrade hubungan, malah lebih parah lagi, memutuskan hubungan pertemanan. T_T

Mungkin ini adalah teguran Tuhan, karena aku tidak melibatkan Tuhan dalam setiap keputusan yang aku ambil. Aku mendahului Tuhan. :(
Dan bisa juga ini adalah jawaban Tuhan atas doaku agar menutup jalanku jika memang bukan jalan yang terbaik untukku. Sebenarnya, aku juga masih ragu dalam hal ini. Aku masih belum bisa peka mendengar suara Tuhan. Seringkali aku salah, dan malah bertindak sendiri, tidak sabar menunggu jawaban Tuhan, dan akhirnya terjadilah apa yang terjadi kemarin.

Tetapi, dengan kejadian ini, aku jadi berpikir bahwa Tuhan ingin mengajarkan aku untuk berfokus pada-Nya. Selama ini, fokusku salah. Fokusku bukan pada Tuhan. I'm sorry, God. Makanya, aku bisa merasakan sakit yang terus-menerus, selalu bersedih, selalu khawatir. Saat 1 kekhawatiran hilang, akan muncul kekhawatiran yang lain. Maafkan aku, Tuhan yang melupakan-Mu. Tuhan ingin mengajarkanku untuk lebih dekat dengan-Nya, agar aku meluangkan waktu untuk berbicara dengan-Nya secara pribadi. Bahkan tidak ada 1 menit aku sediakan untuk berbicara pada Tuhan, aku terlalu sibuk dengan dunia dan pikiranku. :(

Ini prosesnya. Sakit memang. Amat sangat, apalagi aku adalah orang yang perasa dan pemikir. Mungkin bagi dia atau orang lain yang kehilangan teman seperti aku, tidak akan ada masalah yang berarti. Tapi, bagiku ini adalah masalah besar, yang pasti akan menguras banyak air mataku, pikiranku, perbuatanku, dan menguras habis tenagaku. T_T
Apalagi, ditambah lagi dengan kejadian tadi siang di kantor. I'm so jealous, God. Sampai tanganku gemetaran, mataku berkaca-kaca (pengen nangis rasanya). Terkesan lebay mungkin. Tapi memang ini yang aku alami. Kejadian itu pukul 14.00,d an ssaat melihat jam aku langsung berpikir "Sanggupkah aku untuk menahan perasaan ini sampai jam pulang nanti, dan bisa menumpahkan semuanya di kos nanti?"
Saat itu, Tuhan ingatkan aku, "Pegang tangan-Ku, anak-Ku. Tidak perlu takut. Kamu percaya pada-Ku, bukan?"
Aku jawab, "Ya. Aku percaya, Tuhan". Selama ini, mulutku selalu bilang percaya, tapi pada kenyataannya, aku hanya manusia berdosa, yang masih bisa lupa dan ragu pada Tuhan. Setelah itu, Tuhan hadirkan kenyataan-kenyataan yang selama ini sebenernya aku tahu, tapi aku abaikan. Aku anak nakal, Tuhan. :(

Setelah ini, apa yang akan aku lakukan? Aku akan berusaha untuk berfokus pada Tuhan dan berfokus pada tulisan. Kenapa tulisan? Karena Tuhan seringkali berbicara padaku melalui tulisan. Bisa melalui blog, bisa melalui buku. Sekarang, aku hanya akan menunggu jawaban-Mu, Tuhan. Biarlah menjadi seperti ini, dan hanya Engkau yang bisa pulihkan segalanya, serta tangan-Mu-lah yang bekerja pada hidupku.



Tuhan, untuk semua yang sudah aku kacaukan...
Aku tahu hanya Engkau yang bisa memperbaikinya.
Maafkan aku, karena bertindak sendiri dan tidak mengandalkan-Mu.
Mungkin, inilah cara-Mu agar aku berani untuk memutuskan...
Agar aku bisa tegas dan bisa bertanggung jawab atas keputusan yang aku ambil.
Tapi, aku tahu aku tak akan bisa seperti itu tanpa bantuan-Mu.

Aku mau pegang tangan-Mu, Tuhan.
Bawa aku ke manapun Engkau mau.
Sertai aku di hari-hariku selanjutnya...
Yang aku rasa sangat sulit untuk kulewati, jika tidak bersama-Mu.

Selalu buat aku untuk merindukan-Mu,
selalu ingin bertemu dengan-Mu setiap harinya.
Jika aku nakal, tegurlah aku, Tuhan.
Jika aku masih bebal, terus bentuklah aku.
Tapi, aku mohon, jangan pernah tinggalkan aku sendiri.
Ingatkan aku untuk selalu percaya janji-Mu.
Ingatkan aku untuk selalu sabar menunggu jawaban-Mu.

Senin, 10 Juni 2013

Pongers Goes To Bandung (Part 2)

Hari Minggu pagi, 26 Mei 2013
Sunday morningggg... :D
Setelah terlelap tidur karena capek dan pusing karena mabok, akhirnya hari Minggu aku bangun dalam keadaan badan yang lumayan fit.hehehehe

Setelah bangun, masih males untuk beranjak dari tempat tidur, jadinya kita ngulet2 dan tidur-tiduran aja di kasur.
Dari kamar sebelah, sudah terdengar air keran mengucur, tanda-tandanya para cowok itu sudah mandi, sedangkan kita cewek-cewek masih males-malesan di kasur..hahhahaha...

Keluar dari kamar, melihat sarapan nasi goreng dan teh manis anget sudah tersedia di meja, perut langsung krucuk-kuruck minta diisi. Akhirnya, kita cewek-cewek memutuskan untuk sarapan dulu, baru setelah itu mandi..hihihihhi...
Sambil sarapan, sambil nonton kartun di TV. Moment yang sudah sangat jarang dilakukan di hari Minggu pagi. :P

Setelah itu, kita mulai bersiap-siap (mandi, dandan, dll) untuk jalan-jalan sambil menunggu Ruth datang ke penginapan, karena sedang ibadah di gereja. Akhirnya, kita naik angkot menuju ke Jalan Riau, yang kebanyakan isinya Factory Outlet. Ada 3 factory Outlet yang kita kunjungi sambil cari-cari barang yang mungkin bisa dibawa pulang..hehehehe... Di salah satu factory outlet, sempet narsis lagi nih.. Berikut penampakannya.. :P


Tamannya bagus, objeknya juga bagus.. :P


Cenyumm.. =)


Cenyummm lagi... :)

Setelah puas jalan-jalan di sini, akhirnya kita memutuskan untuk kembali ke penginapan, karena kita harus check out jam 12 siang.
Setelah packing-packing, kita check out dari penginapan dan menunggu Ruth di lobby, dan kita ditemani hujan yang lumayan deras.
Setibanya Ruth di penginapan, akhirnya kita memutuskan untuk pergi ke daerah Dago, untuk makan siang. Kita makan siang di mana ya, aku lupa nama tempatnya..hahhaha.. Yang kuingat hanya menunya adalah mie ramen dengan bermacam-macam level (sampai level 4 kalau tidak salah) dan bento. Aku dan Yaya memesan bento, dan yang lain memesan mie ramen.

Selanjutnya, kita pergi ke Kartika Sari, beli oleh-oleh. Sekali masuk ke tokonya, aku langsung puyeng, melihat begitu banyak orang di sana. @.@
Aku memutuskan untuk tidak ikut berburu oleh-oleh, dan memilih untuk duduk di tangga saja, daripada nanti aku pingsan di antara kerumunan orang..hahahahaha #lebay.
Dari Kartika Sari, kita menyewa sepedaaa yang per jamnya Rp 3000,00.. Horeee..bisa naik sepeda lagi setelah sekian lama (kapan ya terakhir naik sepeda? :P).
Dari tempat persewaan sepeda, kita menuju ke kosannya Ruth untuk menitipkan barang-barang bawaan, selanjutnya kita menuju ke Monumen (apa ya namanya?) hehehhe.. Gak tau namanya.


Di mana gedung satenya? :P


Pasukan narsis.. :)


Minta tolong orang yang lewat buat fotoin.. :P


Foto waktu mengembalikan sepeda

Dari tempat penyewaan sepeda, kita balik lagi ke kosnya Ruth untuk ambil barang-barang, selanjutnya menuju ke DayTrans untuk balik ke Jakarta. Sesampainya di DayTrans, kita ambil tiket dan melunasi pembayaran, karena masih 1 jam sebelum jam keberangkatan, kita memutuskan untuk makan malam terlebih dahulu. Selesai makan, kembali ke DayTrans, dannn pulangggg ke Jakarta.
Sayonara, Bandung. :D

Next time, next place, ke mana kita, Pongers?? :D