Senin, 10 Juni 2013

Pongers Goes To Bandung (Part 2)

Hari Minggu pagi, 26 Mei 2013
Sunday morningggg... :D
Setelah terlelap tidur karena capek dan pusing karena mabok, akhirnya hari Minggu aku bangun dalam keadaan badan yang lumayan fit.hehehehe

Setelah bangun, masih males untuk beranjak dari tempat tidur, jadinya kita ngulet2 dan tidur-tiduran aja di kasur.
Dari kamar sebelah, sudah terdengar air keran mengucur, tanda-tandanya para cowok itu sudah mandi, sedangkan kita cewek-cewek masih males-malesan di kasur..hahhahaha...

Keluar dari kamar, melihat sarapan nasi goreng dan teh manis anget sudah tersedia di meja, perut langsung krucuk-kuruck minta diisi. Akhirnya, kita cewek-cewek memutuskan untuk sarapan dulu, baru setelah itu mandi..hihihihhi...
Sambil sarapan, sambil nonton kartun di TV. Moment yang sudah sangat jarang dilakukan di hari Minggu pagi. :P

Setelah itu, kita mulai bersiap-siap (mandi, dandan, dll) untuk jalan-jalan sambil menunggu Ruth datang ke penginapan, karena sedang ibadah di gereja. Akhirnya, kita naik angkot menuju ke Jalan Riau, yang kebanyakan isinya Factory Outlet. Ada 3 factory Outlet yang kita kunjungi sambil cari-cari barang yang mungkin bisa dibawa pulang..hehehehe... Di salah satu factory outlet, sempet narsis lagi nih.. Berikut penampakannya.. :P


Tamannya bagus, objeknya juga bagus.. :P


Cenyumm.. =)


Cenyummm lagi... :)

Setelah puas jalan-jalan di sini, akhirnya kita memutuskan untuk kembali ke penginapan, karena kita harus check out jam 12 siang.
Setelah packing-packing, kita check out dari penginapan dan menunggu Ruth di lobby, dan kita ditemani hujan yang lumayan deras.
Setibanya Ruth di penginapan, akhirnya kita memutuskan untuk pergi ke daerah Dago, untuk makan siang. Kita makan siang di mana ya, aku lupa nama tempatnya..hahhaha.. Yang kuingat hanya menunya adalah mie ramen dengan bermacam-macam level (sampai level 4 kalau tidak salah) dan bento. Aku dan Yaya memesan bento, dan yang lain memesan mie ramen.

Selanjutnya, kita pergi ke Kartika Sari, beli oleh-oleh. Sekali masuk ke tokonya, aku langsung puyeng, melihat begitu banyak orang di sana. @.@
Aku memutuskan untuk tidak ikut berburu oleh-oleh, dan memilih untuk duduk di tangga saja, daripada nanti aku pingsan di antara kerumunan orang..hahahahaha #lebay.
Dari Kartika Sari, kita menyewa sepedaaa yang per jamnya Rp 3000,00.. Horeee..bisa naik sepeda lagi setelah sekian lama (kapan ya terakhir naik sepeda? :P).
Dari tempat persewaan sepeda, kita menuju ke kosannya Ruth untuk menitipkan barang-barang bawaan, selanjutnya kita menuju ke Monumen (apa ya namanya?) hehehhe.. Gak tau namanya.


Di mana gedung satenya? :P


Pasukan narsis.. :)


Minta tolong orang yang lewat buat fotoin.. :P


Foto waktu mengembalikan sepeda

Dari tempat penyewaan sepeda, kita balik lagi ke kosnya Ruth untuk ambil barang-barang, selanjutnya menuju ke DayTrans untuk balik ke Jakarta. Sesampainya di DayTrans, kita ambil tiket dan melunasi pembayaran, karena masih 1 jam sebelum jam keberangkatan, kita memutuskan untuk makan malam terlebih dahulu. Selesai makan, kembali ke DayTrans, dannn pulangggg ke Jakarta.
Sayonara, Bandung. :D

Next time, next place, ke mana kita, Pongers?? :D


Selasa, 28 Mei 2013

Pongers Goes To Bandung (Part 1)

Pongersssss...
Sesuai janjiku, ini ceritanya aku tulis di blog..hehehehehehe
Akhirnya ya setelah sekian lama berencana ke Bandung, dari tahun lalu, akhirnya kesampaian juga ke Bandung untuk mengunjungi Ruth. :)
Ruth, kita tunggu kamu di Jakarta lho.. :P
Petualangan kita (cieee petualangan.. :P) dimulai hari Sabtu tanggal 25 Mei 2013, tepat di hari raya Waisak.
Berangkat dari Jakarta jam 06.30 naik travel menuju Bandung. Tidurku gak tenang lho malemnya, bentar2 bangun..hahhaa.. Takut telat bangun. Akhirnya bisa juga bangun pagi, siap-siap, mandi, packing-packing. Kira jam 05.00, Ko Nunu tiba di kos untuk menitipkan motornya.Jam 05.15, akhirnya aku, Ita, dan Ko Nunu berangkat dari kos. Berencana mau naik angkot M24. Eh, ternyata gak ada yang lewat... :( Dan akhirnya, jalan kakilah kita menuju Travel DayTrans di Binus. Deg-degan juga takut gak kedapetan tempat duduk karena telat, dan sudah ada waiting list yang menunggu. Sambil jalan karena meleati kosnya Agan, kita menjadi bertambah 1 personil (kayak band aja.. :P) menjadi berempat jalan kaki menuju DayTrans. Yaya dan Gun sudah tiba duluan di TKP.
Pagi-pagi jalan kaki, bawa ransel, pegel juga ya..hahhaha.. Sampailah kita di TKP jam 05.30, langsung naik ke travel dan berangkatttt menuju Bandung... :D

Morning, Bandung
Kira-kira jam 08.10, tibalah kita di Bandung.. Horeeeee!!! :D Ketika kaki menginjak tanah Bandung (ceilehh bahasanya.. :P), terlihatlah sosok seseorang berjaket ungu.. Siapakah dia??
Enggg.. Inggg... Enggg....



RUTH...wkwkwkwkwkkwwk
Pelukanlah kita, cipika-cipiki, cubit2an, senggol2an..hahahaha (senggol2annya gak kok, cubit-cubitannya iya, tapi lebih tepatnya aku dicubit.. :P). Selanjutnya, kita akan melanjutkan perjalanan menuju tempat wisata kita yang pertama, yaitu Kawah Putih. Di perjalanan menuju Kawah Putih, kita sempat mampir ke pom bensin, setelah itu kita sarapan nasi kuning yang sudah dibeliin sama Ruth di dalam mobil.

Kawah Putih
Ternyata perjalanan ke Kawah Putih jaraknya lumayan jauh dan membutuhkan waktu yang agak lama sekitar 2 jam. OMG. Sanggupkah diriku bertahan menahan gejolak-gejolak di perut. Jalanan yang kita lewati ternyata banyak jalanan rusak, dan jalanan yang berbelok-belok, serta cukup membuat perutku semakin bergejolak, dan pusingku semakin menjadi-jadi. Coba tutup mata, coba tidur, coba komat-kamit (halah.. :P), dan tetap saja diriku tidak berhasil untuk bertahan. Akhirnya, waktu mobil yang kita sewa memasuki halaman parkir di daerah wisata Kawah Putih, keluarlah nasi kuning yang baru saja aku makan beberapa jam yang lalu... T_T
Setelah perutku agak enakan, barulah kita naik menuju Kawah Putih dengan naik kendaraan dengan harga tiket Rp 25.000,00 per orang. Tiba di Kawah Putih, tidak disia-siakan untuk foto-foto. Hasilnya adalahhh....


Siap membedah... :P


Selesai bedah... :P


Bareng-bareng ber-7.. :D


Di depan goa


Kawah Putih


Susahnya berfoto di tulisan Kawah Putih, jadinya seperti ini nih.. :P

Ternyata, semangat narsis mengalahkan pusing dan mualku.. Difoto, langsung semangat..hahhaha.. Tapi, sayangnya kita tidak boleh terlalu lama di Kawah Putih karena bau belerang yang sangat menyengat bisa merusak kesehatan. Kurang lebih selama 15 menit di sini, dan kita memutuskan untuk turun, dan segera melanjutkan ke tempat wisata kedua, yaitu Situ Patenggang.. :D
Come on... ^_^


Situ Patenggang
Perjalanan dari Kawah Putih menuju Situ Patenggang kurang lebih membutuhkan waktu 20 menit. Setibanya di Situ Patenggang, kita mampir terlebih dahulu di tempat makan untuk makan siang. Sempat juga bernarsis-narsis ria. :D


wajahku abis teler, tapi tetep narsis.. :P

Setelah makan siang, barulah kita menuju ke Batu Cinta. Sebuah lokasi yang berada di tengah danau dengan sebuah batu besar yang menjadi penandanya. Batu inilah yang disebut dengan Batu Cinta.

Batu Cinta berasal dari sebuah legenda Jawa Barat. Di tempat inilah Ki Santang dan Dewi Rengganis, sepasang kekasih yang harus melewati perjalanan sulit dalam percintaan mereka, akhirnya bertemu kembali di tempat ini, setelah sebelumnya terpisah. Air yang mengisi danau ini menurut mitos masyarakat Patenggang berasal dari deraian air mata kedua manusia tersebut.
Untuk mencapai ke lokasi Batu Cinta, kita menyewa perahu seharga Rp 200.000,00. Sebelum naik ke perahu, sempet narsis lagi nih.. :P


Dingin baget... Brrrrrr



Smile.. :)


Bersama Ita.. :P

Akhirnya tiba di Batu Cinta. Makin dingin euy... Brrrrrr..hehehhee

Senyummm... :P


Girls


Om-Om... :P


Kebun Teh

Perjalanan Makan Malam
Setelah puas di Situ Patenggang, akhirnya kita memutuskan untuk melanjutkan perjalanan menuju Ciwalk untuk makan malam. Sayangnya, karena konsidi jalan yang macet parah, bahkan kita sempat tertahan beberapa jam, mobil tidak bergerak sama sekali karena saking macetnya, akhirnya kita memutskan untuk makan di daerah Braga. Dan aku sempat mengeluarkan kembali isi perutku 2 kali saat perjalanan menuju Braga..hiks..hiks..hiks.. Lemas tak berdaya. T_T

Sesampainya di Braga, kita makan di restoran The Kiosk.


The Kiosk


Tampang tak berdayaku.. T_T

Aku cuma sanggup makan nasi 1/4 saja. Kembalikan nafsuuuu makankuuuuu... @.@

Wisma Patrakomala
Selesai makan malam, kita menuju ke penginapan untuk beristirahat. Sebelumnya, kita sempat mampir untuk beli roti bakar di Matari. Hmmmm.. ternyata, kita gak punya foto di Wisma Patrakomala ya, Pongers..hehhehe...
Sesampainya di wisma, langsung beres-beres, siap untuk bobooo.. Sangat merindukan kasurrr.. :P


Bersambung...



Sabtu, 24 November 2012

Angka 13, Angka Sial???

Beberapa hari yang lalu, aku membaca sebuah artikel yang intinya adalah tentang angka sial. Yaaa.. Angka sial. 13. Di artikel tersebut, diceritakan bahwa banyak yang mempercayai bahwa angka 13 ini adalah angka sial. Karena itu, mereka menghindari menggunakan angka ini. Contohnya saja di lift-lift, tidak akan menggunakan angka 13 atau angka 4 (penjumlahan dari 1+3). Melainkan diganti dengan 3A atau 12A.

Aku lahir di tanggal 13. Aku tak pernah merasa angka itu adalah angka sial bagiku. Bahkan aku lahir di bulan 4. Yaaa.. Sekali lagi, aku tak pernah merasa itu adalah angka-angka sial bagiku. :)

Aku ingin berbagi betapa beruntungnya diriku. Aku lahir di suatu pulau yang begitu indah. Pulau Bangka.

Indah bukan.. :) Suatu pulau yang mempunyai banyak sekali pantai-pantai indah. Pemandangan alam yang sungguh luar biasa. Selain pantai, Pulau Bangka terkenal dengan makanan-makanannya. Yang pernah datang ke Pulau Bangka dan merasakan masakan-masakan Bangka, pasti akan rindu untuk kembali lagi. :)

Betapa beruntungnya diriku. Aku punya orang tua yang sangat menyayangi aku, kakak-kakak, dan adikku. :D
Memang tidak ada keluarga yang sempurna, begitu pun keluargaku. Tapi, aku bangga berada di tengah-tengah mereka. Merasakan kasih sayang mereka dengan berbagai cara mereka menyayangiku.

Aku punya keponakan-keponakan yang pintar-pintar dan lucu. :) Merasakan menggendong mereka saat masih bayi, dan melihat wajah kecil mereka tidur dalam gendonganku. It's amazing. Melihat mereka bertumbuh, melihat mereka bertambah pintar dari hari ke hari. Mendengar kalimat-kalimat yang tak pernah aku bayangkan bisa keluar dari mulut kecil mereka. Bisa dibayangkan kan betapa menyenangkannya. :)


Aku kuliah di Jogja. Suatu tempat yang benar-benar baru, dan baru pertama kali berada di sana untuk kuliah. Tempat yang menyenangkan, tempat aku mengenal berbagai macam orang, tempat aku mendapat ilmu dan pengalaman hidup. Tempat yang mengajarkan aku untuk lebih dewasa dan bijaksana. :)

Tempat aku mendapatkan sahabat-sahabat. Tempat aku berbagi cerita dengan mereka. Tempat aku melakukan hal-hal gila bersama mereka.. :P
Tempat aku melakukan hal-hal baru bersama mereka.
Tempat aku mendapatkan pacar pertama dan mengenal artinya "mantan".hehehehe

Dan sekarang aku di bekerja di Jakarta. Tempat yang semula kukira, bukan tempatku untuk bekerja. Ternyata, tidak seburuk yang aku bayangkan. AdIns nama keren dari perusahaan tempatku bekerja. :)
Di sini tempat aku mengenal lagi orang-orang baru. Tempat yang luar biasa, yang mungkin tak akan kutemukan di mana pun. Tempat aku merasa nyaman akan lingkungannya, tempat yang membuatku belajar arti berbagi secara nyata.

Hmm... Ya, di mana pun aku berada, aku bisa selalu merasa beruntung, bukan? Angka 13 atau pun angka 4 bukan angka sial bagiku.

Selalu bisa bersyukur dan berterima kasihlah di setiap kejadian dalam hidup..
Semoga bermanfaat. :)

Rabu, 20 Juni 2012

Jujur

ketika suatu saat, kita melakukan kesalahan besar... takut.. rasa itu pasti ada... tapi apakah kita berani mengakui kesalahan itu??? ya...memang tak mudah... kejujuran yang telah diutarakan, dan permintaan maaf yang tulus, mungkin bagi sebagian orang belum cukup... dikarenakan rasa sakit yang terlalu dalam akibat dari kesalahan... atau... mungkin bisa memaafkan, tapi tak mungkin dilupakan... benci mungkin itu yang dirasakan... waktu... ya...sedikit demi sedikit waktu yang akan mengikis rasa sakit itu... jika rasa sakit itu telah hilang, barulah kita bisa memaafkan orang yang telah berbuat salah... dan benci itu pun akan hilang, ketika kita bisa menerima semuanya dengan ikhlas... berkata jujur bagiku itu adalah tindakan berani... aku sangat menghargai kejujuran, walaupun itu adalah kejujuran yang sangat menyakitkan... karena tidak semua orang berani mengambil sikap untuk berkata jujur...

Tulang Rusuk Yang Hilang

Sebuah senja yang sempurna, sepotong donat, dan lagu cinta yang lembut. Adakah yang lebih indah dari itu, bagi sepasang manusia yang memadu kasih? Raka dan Dara duduk di punggung senja itu, berpotong percakapan lewat, beratus tawa timpas, lalu Dara pun memulai meminta kepastian. ya, tentang cinta.

Dara : Siapa yang paling kamu cintai di dunia ini?
Raka : Kamu dong?
Dara : Menurut kamu, aku ini siapa?
Raka : (Berpikir sejenak, lalu menatap Dara dengan pasti) Kamu tulang rusukku! Ada tertulis, Tuhan melihat bahwa Adam kesepian. Saat Adam tidur, Tuhan mengambil rusuk dari Adam dan menciptakan Hawa. Semua pria mencari tulang rusuknya yang hilang dan saat menemukan wanita untuknya, tidak lagi merasakan sakit di hati.”

Setelah menikah, Dara dan Raka mengalami masa yang indah dan manis untuk sesaat. Setelah itu, pasangan muda ini mulai tenggelam dalam kesibukan masing-masing dan kepenatan hidup yang kain mendera. Hidup mereka menjadi membosankan.
Kenyataan hidup yang kejam membuat mereka mulai menyisihkan impian dan cinta satu sama lain. Mereka mulai bertengkar dan pertengkaran itu mulai menjadi semakin panas. Pada suatu hari, pada akhir sebuah pertengkaran, Dara lari keluar rumah.

Saat tiba di seberang jalan, dia berteriak, “Kamu nggak cinta lagi sama aku!”
Raka sangat membenci ketidakdewasaan Dara dan secara spontan balik berteriak, “Aku menyesal kita menikah! Kamu ternyata bukan tulang rusukku!”
Tiba-tiba Dara menjadi terdiam , berdiri terpaku untuk beberapa saat. Matanya basah. Ia menatap Raka, seakan tak percaya pada apa yang telah dia dengar. Raka menyesal akan apa yang sudah dia ucapkan. Tetapi seperti air yang telah tertumpah, ucapan itu tidak mungkin untuk diambil kembali. Dengan berlinang air mata, Dara kembali ke rumah dan mengambil barang-barangnya, bertekad untuk berpisah.

“Kalau aku bukan tulang rusukmu, biarkan aku pergi. Biarkan kita berpisah dan mencari pasangan sejati masing-masing. ”
Lima tahun berlalu…..
Raka tidak menikah lagi, tetapi berusaha mencari tahu akan kehidupan Dara. Dara pernah ke luar negeri, menikah dengan orang asing, bercerai, dan kini kembali ke kota semula. Dan Raka yang tahu semua informasi tentang Dara, merasa kecewa, karena dia tak pernah diberi kesempatan untuk kembali, Dara tak menunggunya. Dan di tengah malam yang sunyi, saat Raka meminum kopinya, ia merasakan ada yang sakit di dadanya. Tapi dia tidak sanggup mengakui bahwa dia merindukan Dara. Suatu hari, mereka akhirnya kembali bertemu. Di airport, di tempat ketika banyak terjadi pertemuan dan perpisahan, mereka dipisahkan hanya oleh sebuah dinding pembatas, mata mereka tak saling mau lepas.

Raka : Apa kabar?
Dara : Baik… ngg.., apakah kamu sudah menemukan rusukmu yang hilang?
Raka : Belum.
Dara : Aku terbang ke New York dengan penerbangan berikut.
Raka : Aku akan kembali 2 minggu lagi. Telpon aku kalau kamu sempat. Kamu tahu nomor telepon kita, belum ada yang berubah. Tidak akan adayang berubah. Dara tersenyum manis, lalu berlalu. “Good bye….”

Seminggu kemudian, Raka mendengar bahwa Dara mengalami kecelakaan, mati. Malam itu, sekali lagi, Raka mereguk kopinya dan kembali merasakan sakit di dadanya. Akhirnya dia sadar bahwa sakit itu adalah karena Dara, tulang rusuknya sendiri, yang telah dengan bodohnya dia patahkan.
“Kita melampiaskan 99% kemarahan justru kepada orang yang paling kita cintai. Dan akibatnya seringkali adalah fatal”

Sumber: http://imadeharyoga.com/2009/01/tulang-rusuk-yang-hilang/

Sepasang Bola Mata Bening

Sepasang bola mata bening… Wajah polos menyiratkan ketenangan… Tapi mata tak bisa bohong.. Mata ialah jendela hati… Hati pemilik sepasang bola mata bening… Sedang gundah… Tak begitu gundah kurasa… Karena dia telah mulai terbiasa… Mungkin… Bukan berarti tidak ada bunga kasih di dalam ruang yang tak terlihat… Hanya dia dan Sang Pencipta yang tahu… Berapa banyak yang dia miliki dalam ruang yang tak terlihat… Hanya Sang Penciptanya yang tahu seberapa banyak yang dia miliki.. Apa yang dia pikirkan, ingin dia lakukan… Tapi, semua hal yang ingin dia lakukan terbatas pada keadaan… Hiruk pikuk di depannya… Cuaca cerah di sekitarnya… Teman berbagi di sampingnya… Ternyata tak mampu menenangkannya…

Gadis Kecil dan Malaikatnya

Gadis kecil itu bebaring di tempat tidurnya sambil memikirkan malaikatnya. Dia sedang merindukan malaikatnya malam itu. Ketika ia memejamkan mata, ia merasa begitu dekat dengan malaikatnya. Tapi, ketika dia membuka mata, yang ada hanyalah dia sendiri. Akhirnya diatertidur dan malaikatnya hadir dalam mimpinya. Gadis kecil itu sedang duduk dalam suatu ruangan, seperti ruangan kelas bersama teman-temannya. Dan malaikatnya datang dan menghampirinya, lalu duduk di bangku di depan gadis kecil dan berhadapan dengannya. Wajah gadis kecil itu cemberut karena dia kesal menunggu malaikatnya, tapi malaikatnya begitu lama baru datang. Malaikat itu memandangnya dan tetap tersenyum dengan senyum yang akan selalu diingat oleh gadis kecil itu. Tetapi, gadis kecil itu tetap tidak memandang wajah malaikatnya, padahal hatinya ingin sekali melihat dan memeluk sang malaikat. "Apakah kau merindukanku?" ucapnya dalam hati. Malaikatnya tersenyum dan mengambil kotak pensil gadis kecil itu. Tapi, tiba-tiba gadis kecil itu mengambil kotak pensil itu dari tangan malaikatnya. Dan dengan perlahan dia mengambil pulpen dan kertas, yang kemudian diberikan pada malaikatnya. Malaikatnya tersenyum, dan itu membuat sang gadis jadi menunduk malu. Setelah menulis, malaikatnya memberikan tulisan itu kepada gadis kecil. "Aku juga merindukanmu" tulisnya.